Selamat Dunia dan Akhirat

Fungsi Al Qur'an dalam Kehidupan Orang Beriman

Ustadz Wandi Bustami Lc MAg

  Oleh : Ustadz Wandi Bustami Lc MAg


  AL-QUR'AN al-Karim merupakan kitab suci umat Islam yang diturunkan dalam kurun waktu 22 tahun. Turunnya Al-Qur’an menjadi pedoman saat menjalani kehidupan. Orang yang berpegang teguh dengannya akan selamat dunia dan akhirat. Al-Qur’an memiliki fungsi dasar bagi kehidupan manusia, adapun fungsi-fungsi tersebut ialah:

1.    Al Qur'an Berfungsi Sebagai Roh

Kata roh dalam Al-Qur’an memiliki banyak makna, terkadang bermakna Malaikat Jibril (ruhul amin), terkadang bermakna roh itu sendiri dan juga bermakna Al-Qur’an, seperti dalam firman Allah SWT.

وَكَذٰلِكَ اَوْحَيْنَآ اِلَيْكَ رُوْحًا مِّنْ اَمْرِنَا ۗ ۙ

Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad) roh dengan perintah Kami.. (QS. Asy-Syura 42: Ayat 52)

Menurut Malik bin Dinar berkata, roh yang dimaksud dalam ayat ini adalah al-Qur’an. (Ma’ālimu at-Tanzil, al-Baghawi, 7/201). Ini bermakna roh menjadi sumber kehidupan, penggerak jiwa yang kosong dan penentu arah kehidupan manusia. Hari ini banyak orang yang hidup, namun kehidupannya tiada berarti, apa yang dilakukan tidak memberi manfaat bagi kehidupan orang banyak. Kehadiran mereka di tengah masyarakat tidak dianggap, bahkan justeru cenderung menciptakan kerusakan. Hidup orang semacam ini tak ubahnya seperti jasad tanpa roh (telah mati).

Semestinya Al-Qur’an memiliki fungsi vital dalam menata kehidupan yang baik dan kebahagiaan di akhirat. Eskalasi spiritual semakin memberi dampak positif bersama Al-Qur’an. Fungsi tersebut semakin mengkristal seiring tumbuhnya ketenangan dan ketentraman jiwa serta lenyapnya kegelisahan batin. Dewasa ini betapa banyak kita perhatikan seseorang yang hilang orientasi hidupnya sehingga tidak mampu berpikir dan bertindak sesuai fitrah yang tersembunyi dalam dirinya. Jika ingin mengembalikan nilai-nilai kemanusian yang benar maka hidupnya roh Al-Qur’an dalam kehidupan.  

1. Al Qur'an Berfungsi sebagai Obat

Adapun fungsi kedua keberadaan ialah (syifā’) obat bagi penyakit yang di dada dan rahmat. Mengapa disebut sebagai obat yang ada di dada? Karena semua bentuk penyakit terdapat di hati seperti hasad, dengki, sombong dan lain-lain.

Allah SWT berfirman:

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاۤءَتْكُمْ مَّوْعِظَةٌ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَشِفَاۤءٌ لِّمَا فِى الصُّدُوْرِۙ وَهُدًى وَّرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِيْنَ ٥٧

Wahai manusia, sungguh telah datang kepadamu pelajaran (Al-Qur’an) dari Tuhanmu, penyembuh bagi sesuatu (penyakit) yang terdapat dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang mukmin. (QS. Yunus: 57).

Menurut Imam an-Nasafi, makna penawar adalah penyembuh dari penyakit-penyakit hati. (Madāriku at-Tanzil wa Haqāiqu at-Ta’wil, an-Nasafi, 2/273). Hati manusia bisa hitam dan berkarat seperti berkaratnya besi. Apabila tidak dibersihkan maka selamanya akan berkarat. Karat yang terdapat dalam hati hanya bisa dibersih dengan al-Qur’an dan mengingat kematian.

Rasulullah SAW bersabda:

عَنِ ابْنِ عُمَرَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "إِنَّ هَذِهِ الْقُلُوبَ تَصْدَأُ كَمَا يَصْدَأُ الْحَدِيدُ إِذَا أَصَابَهُ الْمَاءُ، قِيلَ: يَا رَسُولَ اللّٰهِ وَمَا جِلَاؤُهَا قَالَ: كَثْرَةُ ذِكْرِ الْمَوْتِ وَتِلَاوَةُ الْقُرْآنِ

Dari ibnu umar ra berkata, Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya hati ini dapat berkarat sebagaimana berkaratnya besi bila terkena air; Wahai Rasulullah, bagaimana cara membersihkannya? Rasulullah bersabda menjawab; perbanyaklah mengingat kematian dan membaca al-Qur’an. HR. (Baihaqi).

3. Al Qur'an Berfungsi Sebagai Petunjuk

Petunjuk berfungsi menghantarkan sampai tujuan. Ketika seseorang melakukan safar ke suatu daerah, lalu kemudian mengikuti petunjuk rambu-rambu lalu lintas maka dapat dipastikan akan sampai tujuan. Namun jika tidak mengikutinya, niscaya akan tersesat.


Mengapa ada orang yang mencuri, membunuh, berzina, menzhalimi orang lain dan memakan harta anak yatim?. Karena mereka tidak membaca kitab petunjuk yang telah diturunkan. Jadi sudah sewajarnya tersesat dari jalan kebenaran.  Maksud dan tujuan al-Qur’an diturunkan adalah untuk mengarahkan dan menghantarkan manusia ke jalan yang lurus.

Allah SWT berfirman:

اِنَّ هٰذَا الْقُرْاٰنَ يَهْدِيْ لِلَّتِيْ هِيَ اَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِيْنَ الَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ الصّٰلِحٰتِ اَنَّ لَهُمْ اَجْرًا كَبِيْرًاۙ

Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberi petunjuk ke (jalan) yang paling lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan kebajikan bahwa bagi mereka ada pahala yang sangat besar. (QS. Al-Isrā’: 9)

As-Sa’di berkata: Barangsiapa yang menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman maka ia telah menjadi orang yang sempurna dan lurus dalam segala urusannya. (As-Sa’di, Taisir al-Karim ar-Rahmah, 1/454).

Dalam artian lain, Al-Qur’an menjadi solusi seluruh problematika kehidupan yang serta kompleks. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya mampu menjadi solusi setiap keadaan, hal itu tak ubahnya seperti rambu-rambu yang menunjukkan keselamatan bagi pengendara. Seandainya seorang pengemudi mengikuti selera tentu akan terjadi kekacauan di jalan lalu lintas. Hari ini mengapa banyak rumah tangga muslim yang rentak (broken home), anak-anak terlantar dan bahkan hak serta kewajiban antara suami dan istri tidak ditunaikan dengan baik?. Lantas mengapa begitu masif terjadi perceraian? Semua problem-problem yang wujud hari ini bermuara pada ketidakmampuan menginstall dan mengaktifkan pesan-pesan Al-Qur’an dalam rumah tangga.

Allah SWT berfirman:

وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكًا

Barang siapa berpaling dari peringatan-Ku (Al-Qur’an), maka sungguh baginya kehidupan yang sempit. (QS. Thaha: 124)

Ayat di atas menjadi dalil kuat bahwa problem kehidupan termasuk rusaknya rumah tangga berawal jauh dari petunjuk Allah SWT. ***
 


Berita Lainnya...

Tulis Komentar